| Sabtu, 17 Januari 2009 |
|
"The fear of death follows the fear of life. A man who lives fully is prepared to die at any time" -Mark Twain-
Semenjak meledaknya novel Da Vinci Code karya Dan Brown, banyak bermunculan buku sejenis yang alur ceritanya hampir2 sama. Biasanya pada halaman belakang buku terdapat sinopsis yang diawai dengan kata-kata terbunuhnya seorang dan dilanjutkan dengan rahasia yang tersimpan berabad-abad.
Buku The Historian ini saya pikir pada awalnya sama seperti genre buku-buku konspirasi kuno diatas. Hal tersebut berubah ketika saya terhanyut dalam manuskrip2 kuno yang dihadirkan di buku ini. Fakta-fakta sejarah tentang Vlad Tepes dan perseteruannya dengan Sultan Mahmud II sewaktu perang salib menjadi latar belakang yang kuat dari buku ini. Belum lagi ditambah keakuratan lokasi-lokasi terjadinya cerita dalam buku ini. Mulai dari Danau Snagnov di Wallachia sampai dengan pegunungan Pyrennes di perbatasan Spanyol-Prancis, digambarkan secara nyata oleh Elizabeth Kostova.
The Historian mengambil sudut pandang dari 3 orang berbeda. Yang pertama adalah Elizabeth sendiri sebagai narator. Ia menceritakan tentang penemuan buku terkutuk itu. Dilanjutkan oleh narasi ayahnya tentang bagaimana ia mendapat buku tersebut dan hilangnya profesor Rossi yang menjadi pembimbingnya. Narator ketiga, dalam bentuk surat adalah Ibu Elizabeth yaitu Helen yang juga hilang dalam pencarian Dracula. Secara keseluruhan, novel ini bukan termasuk genre Thriller seperti Da Vinci Code atau karya2 Michael Crichton. Tidak terdapat kejutan2 khas novel thriller dan bab-bab pendek yang meningkatkan ketegangan.
Novel ini membahas sejarah dengan detil dan tempo lambat. Pembaca diarahkan pada penelaahan materi-materi sejarah daerah Balkan dan eropa Timur. Belum lagi suguhan tentang suasana perang dingin di negara2 seperti Bulgaria, Hongaria dan tempat tinggal Dracula sendiri Rumania. Tapi hal ini bukan berarti novel ini jatuh pada pembahasan bertele2. Di luar dugaan, novel ini cukup membuat saya bergidik dan merinding membayangkan datangnya Dracula. Bahkan saya takut membayangkan bahwa sehabis saya membaca novel ini saya akan menemukan di atas meja belajar saya buku dengan cukilan kayu bergambar naga. |
posted by Prasdianto @ 09:44  |
|
|
|
|
| About Me |
|

Name: Pras Dianto
Home: Depok, Jabar, Indonesia
About Me:
See my complete profile
|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
|
| Shoutbox |
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. |
| Links |
|
|
| Powered by |

|
|